Ponorogo, 27 September 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, Pengurus Cabang (PC) Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Ponorogo menggelar Pelatihan #1 Artificial Intelligence (AI) perdana bagi 70 guru Ma’arif se-Kabupaten Ponorogo. Kegiatan ini dipusatkan di Gedung Graha PCNU Ponorogo pada Sabtu (27/9), bekerja sama dengan NU Care-LAZISNU Ponorogo.

Acara diawali dengan doa tahlil yang dipimpin oleh Gus Muhib, dilanjutkan sambutan oleh Ketua PC LP Ma’arif NU Ponorogo, Dr. Basuki, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri 2025 di Ponorogo diisi dengan tiga agenda besar, yaitu Pelatihan AI (Artificial Intelligence), Pelatihan Big Data dan Data Science, serta Pelatihan Ma’arif Mart.
“Ketiga kegiatan ini selaras dengan tema Hari Santri 2025, Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia. Dengan pelatihan AI dan Data Science, guru-guru Ma’arif diharapkan mampu mewujudkan sekolah dan madrasah maju, bermutu dan mendunia”. ungkap Dr. Basuki.
Pelatihan AI ini menghadirkan tujuh narasumber yang sebelumnya telah lulus Diklat AI di PW LP Ma’arif NU Jawa Timur, yaitu:
-
Alvinda Nisma Yusniar, S.Mat., Gr. (Guru SMKS Wahid Hasyim)
-
Ahmad Rifai Pauzi, M.Pd. (Guru MAS Putri Ma’arif Ponorogo)
-
Muhammad Ihsan Himawan, S.Pd. (Guru SD Ma’arif Ponorogo)
-
Ahmad Fajar Pridayanto, SE. (Guru MAS Ma’arif Al-Mukarrom Kauman)
-
Zainal Arifin, S.Pd. (Guru MAS Ma’arif Balong)
-
Hanifa Septianasari, S.Pd. (Guru MAS Ma’arif Al-Ishlah Bungkal)
-
Nuria Rizky Fransiska, S.Pd. (Guru SMK 1 Pemda Ponorogo)
Pelatihan ini didampingi oleh Kepala Bidang Mutu PC LP Ma’arif NU Ponorogo, Dr. Edi Irawan, M.Pd (Dosen UIN Ponorogo/Kepala Lembaga Mutu UIN Ponorogo).

Materi Pelatihan Artificial Intelligence (AI) meliputi 8 materi pelatihan yang langsung dipraktikan oleh guru didampingi oleh narasumber selama pelatihan.






Pelatihan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB, ditutup kembali oleh Ketua PC LP Ma’arif NU Ponorogo. Dalam penutupannya, beliau menegaskan pentingnya penguasaan AI bagi guru, bukan sekadar untuk efektivitas dan efisiensi pembelajaran, tetapi juga agar guru tetap menjadi figur teladan dalam etika dan moral.
Dengan pelatihan ini, diharapkan guru-guru Ma’arif semakin siap menghadapi tantangan era digital sekaligus menjaga nilai-nilai luhur pendidikan Islam di tengah perkembangan teknologi.

