
“Sinergi antara satuan pendidikan, BP3MNU, dan PC LP Ma’arif adalah kunci utama untuk membawa SD Ma’arif NU Ponorogo menjadi institusi yang kompetitif dan berkarakter,” tegasnya.
Sesi pertama diisi oleh Dr. Basuki, M.Ag., selaku Ketua PC LP Ma’arif NU Ponorogo sekaligus dosen Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Ia memaparkan pentingnya penguatan kompetensi kepribadian guru dan tenaga kependidikan melalui pemetaan data serta potensi sumber daya manusia. Selain itu, ia juga menekankan urgensi pemahaman terhadap delapan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai kompas utama dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan terukur.
Nuansa inspiratif dilanjutkan oleh Dr. Nastain, M.Pd., selaku Pembina BP3MNU. Dalam pemaparannya, ia menggarisbawahi pentingnya membangun rasa kebersamaan dan loyalitas seluruh elemen sekolah.
“SD Ma’arif NU Ponorogo adalah etalase bagi PCNU Ponorogo. Citra dan marwah organisasi tercermin dari kualitas layanan dan prestasi yang kita suguhkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Materi berikutnya disampaikan oleh Hafidah, M.Hum., mahasiswa Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Ia menekankan pentingnya internalisasi landasan spiritual dalam profesi guru dengan perspektif Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Mujadalah ayat 11, sebagai fondasi dalam meningkatkan kualitas dan integritas pendidik.
Menutup rangkaian kegiatan, Agus Nasrudin, ST., selaku Ketua BP3MNU sekaligus Sekretaris PCNU Ponorogo, menyampaikan pesan organisatoris yang kuat. Ia menekankan pentingnya kepatuhan struktural dan integritas lembaga dalam menjalankan program pendidikan. Menurutnya, SD Ma’arif harus tetap “tegak lurus” dalam berkoordinasi dengan BP3MNU, PC LP Ma’arif NU, hingga PCNU Ponorogo guna mempercepat akselerasi program-program inovatif.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru dan tenaga kependidikan SD Ma’arif NU Ponorogo tidak hanya menjalankan tugas rutin, tetapi juga mampu menjaga semangat pengabdian dan profesionalisme secara berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi keagamaan ini menjadi wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus kontribusi strategis dalam mewujudkan lembaga pendidikan Islam yang unggul, maju, dan bermutu.

