Program yang diselenggarakan di Aula SMP Ma’arif 5 Ponorogo, Jalan Seloaji No. 25, Desa Ngrupit, Kecamatan Jenangan, ini bersinergi dengan Program Doktor Studi Islam UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, DPC-BMPS Ponorogo, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme guru sekaligus memperkuat identitas dan daya saing sekolah melalui pembelajaran berkualitas, publikasi ilmiah, serta pengembangan karya inovatif.
Program ini melibatkan Pengawas Sekolah Zainul Arifin, S.Ag., M.Pd.I., unsur Komite Sekolah dan BP3 MNU Bahroini, M.MPd., Ketua PC LP Ma’arif NU Ponorogo Dr. Basuki, M.Ag., serta Sekretaris DPC-BMPS Ponorogo Dr. Asasuddin Lukman, M.Pd.I.

Sesi Pertama: Pembukaan dan Penguatan Komitmen Mutu Sekolah
Kegiatan diawali dengan pembukaan dan penguatan komitmen bersama untuk menjadikan PKB sebagai gerakan peningkatan mutu pendidikan yang terencana, sistematis, dan berkelanjutan.
Keterlibatan pengawas sekolah, komite sekolah, BP3 MNU, organisasi penyelenggara pendidikan swasta, serta perguruan tinggi menunjukkan bahwa peningkatan mutu sekolah memerlukan kolaborasi lintas lembaga.
Melalui kegiatan PKB, para guru didorong untuk terus mengembangkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian, sekaligus membangun budaya refleksi, penelitian, inovasi, serta kolaborasi profesional.
Penguatan kompetensi guru menjadi langkah awal untuk membangun sekolah yang maju secara kelembagaan, bermutu dalam layanan pembelajaran, dan memiliki daya saing yang semakin luas.
Implementasi PKB
Memasuki sesi kedua, pengawalan perdana PKB dilaksanakan oleh Dr. Basuki, M.Ag., dosen Program Doktor Studi Islam, bersama Fata Asyrofi Yahya, M.Pd., mahasiswa Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo.
Dalam pemaparannya, Fata Asyrofi Yahya menjelaskan bahwa keberhasilan PKB perlu ditopang oleh tiga aspek utama, yaitu Pengembangan Diri (PD), Publikasi Ilmiah (PI), dan Karya Inovatif (KI).
Ketiga aspek tersebut merupakan fondasi strategis untuk membangun profesionalisme guru dan memperkuat branding sekolah berbasis mutu pendidikan.
Pertama, Pengembangan Diri (PD). Aspek ini berorientasi pada peningkatan kompetensi guru melalui pendidikan dan pelatihan fungsional serta kegiatan kolektif guru. Implementasinya meliputi pembelajaran mendalam (deep learning), pembelajaran berdiferensiasi, pengembangan model pembelajaran inovatif, asesmen pembelajaran, peer teaching, serta pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan.
Kedua, Publikasi Ilmiah (PI). Guru didorong mengembangkan budaya akademik melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penulisan artikel ilmiah, presentasi dalam forum ilmiah, serta penyusunan buku pendidikan. Publikasi ilmiah diharapkan menjadi sarana refleksi dan penyebarluasan praktik baik pembelajaran.
Ketiga, Karya Inovatif (KI). Guru diarahkan untuk menghasilkan produk inovatif berupa media pembelajaran, alat peraga, teknologi tepat guna, karya seni, serta pengembangan standar, pedoman, dan instrumen pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Ketiga aspek tersebut membentuk alur peningkatan mutu yang saling berkaitan. Pengembangan diri meningkatkan kompetensi guru, publikasi ilmiah memperkuat budaya penelitian dan refleksi, sedangkan karya inovatif menghasilkan solusi pembelajaran yang dapat diterapkan secara nyata di kelas.
PKB sebagai Strategi Branding Menuju Sekolah Maju, Bermutu, dan Mendunia
Penguatan branding SMP Ma’arif 5 Ponorogo ditempatkan sebagai tujuan strategis dari implementasi PKB.
Branding sekolah tidak cukup dibangun melalui promosi dan publikasi kegiatan, tetapi harus didukung oleh bukti nyata berupa peningkatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, prestasi peserta didik, inovasi pendidikan, serta kepercayaan masyarakat.
Melalui implementasi PKB, sekolah diarahkan untuk mencapai lima hasil utama:
- Guru profesional, yang kompeten, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan pendidikan.
- Pembelajaran berkualitas, yang menarik, bermakna, berpusat pada peserta didik, dan didukung teknologi.
- Prestasi peserta didik meningkat, baik dalam bidang akademik, nonakademik, maupun penguatan karakter.
- Citra dan kepercayaan masyarakat menguat, melalui layanan pendidikan bermutu dan penguatan karakter Ahlussunnah wal Jamaah.
- Daya saing sekolah meningkat, sehingga SMP Ma’arif 5 Ponorogo mampu berkembang menjadi sekolah Islam unggulan yang memiliki jejaring dan reputasi semakin luas.
Visi maju, bermutu, dan mendunia dimaknai sebagai arah pengembangan sekolah yang mengintegrasikan tata kelola profesional, kualitas akademik, penguatan karakter keislaman, literasi digital, inovasi pembelajaran, dan keterbukaan terhadap perkembangan pendidikan global.
Dengan demikian, orientasi mendunia bukan sekadar slogan, melainkan cita-cita jangka panjang yang perlu diwujudkan melalui peningkatan standar mutu, pengembangan kompetensi guru, penguasaan teknologi, serta perluasan jejaring kerja sama pendidikan.
Pengawalan Berkelanjutan dan Produk Nyata PKB
Pelaksanaan PKB setiap hari Kamis dirancang sebagai ruang pembelajaran profesional yang berkesinambungan bagi para guru.
Keberhasilan kegiatan diharapkan dapat diukur melalui produk dan perubahan praktik pembelajaran, seperti tersusunnya perangkat ajar inovatif, laporan PTK, artikel ilmiah, media pembelajaran digital, serta dokumentasi praktik baik.
Produk tersebut dapat dikembangkan menjadi portofolio profesional guru sekaligus bukti kinerja sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Keterlibatan dosen dan mahasiswa program doktor diharapkan memperkuat pendampingan akademik melalui pendekatan berbasis penelitian, refleksi kritis, dan pengembangan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan sekolah.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Lembaga Pendidikan Swasta
Kolaborasi Program Doktor Studi Islam UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, DPC-BMPS Ponorogo, PC LP Ma’arif NU Ponorogo, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo merupakan bentuk sinergi strategis dalam pengembangan mutu pendidikan swasta.
Kegiatan ini sekaligus membuka ruang penerapan keilmuan perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan nyata lembaga pendidikan melalui pendampingan profesional, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan pengawalan yang konsisten, program PKB diharapkan menjadi model kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi, organisasi pendidikan, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan.
Melalui semangat tersebut, SMP Ma’arif 5 Ponorogo terus didorong untuk membangun budaya mutu yang berakar pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan memiliki orientasi daya saing global.
“Guru Berkembang, Pembelajaran Berkualitas, Sekolah Maju, Bermutu, dan Mendunia.”